Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts

Saturday, January 10, 2009

Do’a untuk Negeri Para Rasul

Telah ditetapkan oleh-Mu, sebuah kota yang melegenda
Sebuah kota yang pernah dikunjungi oleh utusan-Mu, Muhammad SAW
Sebuah kota yang menjadi negeri tempat berdirinya Masjil ‘Aqsho atau Baitul Maqdis
Negeri kelahirannya Imam Syafi’i
Negeri tempat diturunkannya para rasul untuk Bani Israil
Negeri yang dipenuhi hawa nafsu, sehingga rasul pun didustakan dan dibunuh

Kefasikan, kemunkaran dan nafsu yang melampaui batas telah terjadi sejak lama
Kini, terjadi kembali pembumi hangusan sebauh Bani yang mengikuti jalan-Mu
Apakah ini menjelaskan firman-Mu
Bahwa telah ditimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat (Al Maa’idah:65)
Kapankah api peperangan akan dipadamkan sesuai dengan janji-Mu ?

Monday, October 13, 2008

Sultan HB X menjadi Capres 2009





Dalam berbagai jajak pendapat, nama Sultan Hamengku Buwono X selalu menempati urutan lima besar calon presiden dan calon wakil presiden 2009-2014 yang diinginkan oleh masyarakat. Beberapa partai politik dan tokoh masyarakat juga mulai melakukan penjajakan politik kepada Sultan untuk digandeng menjadi capres atau cawapres (antara.co.id/7Oct08).
Benarkah Sultan bersedia untuk dicalonkan menjadi calon Presiden RI? Mendapat pertanyaan ini, diberbagai media Sultan masih menjawab “nanti lihat saja”. Artinya kemungkinanannya bersedia dan tidak bersedia. Tapi, akankah bersedia?
Menurut pendapat saya, sebagai seorang yang berdarah Yogyakarta, sangat tidak mendukung Sultan HB X untuk mencalonkan diri sebagai Calon Presiden RI 2009-2014. Alasannya, kepemimpinan dan keteladanan yang selama ini beliau tunjukkan sangatlah menunjukkan kepribadian yang luhur. Saya tidak ingin kepemimpinan dan keteladanan yang beliau tunjukkan akan tercoreng oleh keinginan politik yang rakus dan gegabah dari politisi yang lain. Saya tidak ingin kepemimpinan beliau menjadi kelihatan rusak hanya karena tekanan kekuatan politik yang tidak sejalan dengan keinginan perbaikan kehidupan rakyat.
Menjadi Sultan HB X saat ini, menurut saya jauh lebih tinggi derajatnya dibandingkan menjadi Presiden RI. Artinya apabila beliau menjadi Presiden RI, berarti beliau turun pangkat. Namun demikian, saya akan tetap mendukung apabila pada saatnya nanti Sultan HB X menjawab siap untuk menjadi Capres RI dan menjadi Presiden RI 2009-2014. Semoga Sultan dapat memberikan keteladanan yang arif dan bijaksana bagi rakyat Indonesia.

Tuesday, February 5, 2008

Jawaban Kegundahan Hati

Hari ini, bukanlah hari yang menentukan dalam sebuah perjalanan hidup. Akan tetapi, merupakan suatu titik pijak dalam menentukan sikap langkah yang akan dilalui. Kepastian yang akan datang bukan sebuah kepastian yang meragukan. Seperti halnya, ketika berbicara mengenai perikanan. Adakah yang pasti? dan mampu memberikan suatu jawaban atas keinginan dalam membuat nasib sebagaian besar nelayan kita khususnya nelayan tradisional beserta keluarganya mampu menunjukkan kemampuan sebagaimana yang diharapkan oleh tujuan berbagai program-program baik pemerintah maupun NGO?

Harapan bukanlah merupakan suatu tujuan yang pasti, tapi merupakan keinginan semata yang terkadang dilupakan untuk direalisasikan. Bukanlah programnya yang salah, sebagaimana teman-teman di milist COREMAP II yang menganggap bahwa program yang tertuang dalam kitab sudah memiliki rambu-rambu yang jelas dalam mendirikan sebuah bangunan kokoh kesejahteraan masyarakat pesisir dengan dilengkapi dengan material konstruksi yang kuat, yakni komponen-komponen kelembagaan, pengembangan, pemberdayaan, awarness, dan monev.

Tapi apalah daya, kita hanya manusia biasa yang hanya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata, dua telinga yang tentu saja sangat terbatas. Bukan berarti dengan keterbatasan ini menjadi pembatas atas upaya dan tindakan yang mampu dilakukan dalam mengaplikasikan kreatifitas. Program pemberdayaan yang berjalan perlu dipertegas, bahwa bukanlah program memperdayai, karena pasti akan salah artinya. Dan perlu diingat pula bahwa program pemberdayaan masyarakat juga merupakan bentuk upaya pemberdayaan yang tiada artinya tanpa dukungan dan keinginan. Karena program pemberdayaan masyarakat dihampir seluruh wilayah Indonesia tidak akan mampu berhasil sesuai tujuan berdasarkan indikator yang jelas, tanpa adanya dukungan berbagai pihak dan yang penting adalah keinginan masyarakat sendiri.

Tentu saja, hari yang menentukan, ditentukan oleh pijakan langkah kita sendiri. Sudah benarkah langkah kita? Kita perlu bertanya pada diri kita sendiri atau bertanya pada orang yang mampu memberikan penilaian tindak langkah kita. Program memang identik dengan project, tapi posisi langkah kita lah yang menentukan langkah program pemberdayaan apa pun. Percaya lah bahwa dengan niat baik walaupun tidak berbuah manis, paling tidak ada buah yang kita petik.

Mudah-mudahan menjawab kegundahan hati ini.....

Saturday, November 17, 2007

Menjadi PNS, Pilihan atau Kebutuhan?


Begitu banyak tulisan mengenai PNS dipublikasikan. Ada yang menganggap bahwa PNS adalah beban negara yang harus ditanggung rakyat, atau menjadi PNS adalah keputusan yang tidak kreatif karena bekerja di swasta lebih prospektif, atau menjadi PNS karena latar belakang keluarga, atau lain-lainnya.

Berbicara mengenai PNS, memang sering diperdebatkan. Mungkin karena begitu banyaknya pelayanan atau sikap dan tingkahlaku mereka mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah bahkan sampai ke wilayah pedesaan dianggap belum maksimal bahkan terlihat hanya sekedar menjalankan tugas dan kewajiban saja. Perdebatan meningkat ketika pemerintah mempublikasikan akan dinaikkannya gaji pegawai negeri pada bulan Agustus lalu. Kenaikkan gaji pegawai negeri dianggap pemborosan keuangan negara yang akan sia-sia.

PNS sebagai salah satu kelengkapan negara pada dasarnya memang dibutuhkan untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan negara. PNS atau pegawai negeri sipil merupakan salah satu bagian dari PN (pegawai negeri) yang juga meliputi TNI dan POLRI yang jumlahnya saat ini mungkin lebih dari 4 juta orang atau ditambah dengan keluarganya sebanyak 2/3 orang menjadi kurang lebih 14 juta jiwa keluarga pegawai negeri belum termasuk pensiunan. Dean jumlah total tersebut, kira-kira jumlahnya mencapai 5% penduduk Indonesia.

Pernah sekali saya melihat sebuah acara snapshot PNS di salah satu stasiun tv swasta nasional hari Selasa malam, yang menyajikan sisi negatif PNS, seperti datang ke kantor siang, jam kantor masih makan di warung, belum istirahat sudah makan-makan, belanja buah dan parcel di jam kantor, 'ngorok' di kantor, dan lain-lain. Di acara tersebut juga ditampilkan komentar MenPAN (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara) yang menyayangkaan kondisi tersebut, tetapi menyadari bahwa kondisi tersebut karena banyak hal dan beranggapan masih banyak pegawai negeri yang disiplin, profesional dan menjaga wibawa (maaf kalau dilebihkan pa). Saya mungkin termasuk salah satu orang yang setuju dengan pendapat beliau. Kacamata kita memang masih berkaca dua, baik dan buruk, itulah kelemahan dan kelebihan manusia yang bukan malaikat.

Berbicara mengenai PNS, saat ini sedang dan sebagian sudah membuka lowongan Calon PNS untuk formasi tahun 2007 di berbagai instansi baik pemerintah pusat (departemen, kementerian, dsb silahkan lihat di www.ri.go.id), pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Tahukan Anda berapa yang mendaftar ke tiap-tiap instansi tersebut? Ternyata benar, jumlahnya bukan ribuan lagi tetapi puluhan ribu orang yang mendaftar. Jumlah yang fantastis mengingat banyaknya instansi yang membuka lowongan tersebut. Dari pendaftar juga bukan hanya orang-orang yang masih menganggur, tapi juga banyak yang sudah bekerja ikut mendaftarkan diri menjadi PNS. Begitu diidamkankah menjadi PNS? Apakah jawabannya sederhana saja karena adanya jaminan hari tua?

Kebetulan hari ini saya sedang di Bandung, berangkat tadi malam mengantar isteri mengikuti ujian CPNS Pusat DEPDAGRI di IPDN Bandung. Sampai di wilayah kampus IPDN pukul 12 malam setelah bermacet-macet dari rumah dan jalan tol cawang-cikampek-padalarang-cikeunyi. Karena setelah memiliki dua anak, isteri berfikiran agar memanfaatkan pendidikannya dan pergaulan yang lebih luas dari sekedar dapur dan kasur serta tetangga-tetangga yang senang gossip. Walaupun juga sebenarnya karena dia tahu bahwa suaminya yang juga seorang PNS sekarang sudah dimandulkan kreatifitasnya di kantor karena dianggap tidak loyal. Entahlah cara dan pola berfikir seperti apa yang dipakai, karena suaminya tidak peduli yang penting bekerja sebaik-baiknya, berfikir positif, berpandangan kedepan, mementingkan kebersamaan, dan yang lebih penting mendahulukan kepentingan keluarga daripada kantor, katanya. Kecuali, jika sistem yang sudah profesional dan mampu menghargai komitmen dan kinerja stafnya (bahan pelajaran manajemen SDM).

Kondisi ekonomi yang sudah mulai banyak berhemat, juga menambah alasan isteri saya bekerja, dan untungnya sekarang ada lowongan PNS. Pilihan hidup memang banyak, tergantung pada keyakinan dan kemampuan kita untuk mewujudkannya. Kebutuhan hidup juga menjadi penting bagi ummat manusia yang merasa membutuhkan dukungan sarana prasarana yang layak agar beribadah menjadi khusuk dan selalu menjadi orang yang mengulurkan tangan di atas bukan di bawah. Wallu'alam bishowab....

Thursday, November 15, 2007

Tuesday, July 24, 2007

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri divonis 7 Tahun

Vonis yang diberikan terhadap Rokhmin Dahuri sebagai salah seorang tokoh nasional yang ahli bergelar Profesor masalah Perikanan dan Kelautan, ternyata lebih berat dibandingkan tuntutan Jaksa. Aneh?!?!?!?!..... Memang aneh bin ajaib. Mungkin Hakim tersinggung dengan pernyataan Rokhmin atau Pengacaranya yang menyampaikan bahwa tindakan penggunaan dana non bujeter terjadi di instansi lainnya, tentu saja lembaga negara mulai dari tingkat pusat (departemen/badan/lembaga tinggi, dll) (hanya tidak disebutkan bahwa salah satunya adalah kehakiman), atau lembaga pemerintah daerah..... atau lembaga-lembaga lain-lainnn....

Mau bilang apa? Kita semua berkonspirasi, saya dan sebagian dari Anda, artinya ada sebagian Anda yang tidak ikut berkonspirasi untuk bersama-sama menghancurkan sistem di negeri ini. Kenapa? Karena sebagian kita masih manut pada budaya turun temurun leluhur,contohnya masih ndawuh gusti atau miturut dhewek.... Nyalahin diri sendiri setelah orang yang dipilihnya menjadi pemimpin menjadi korup dan anti memakmurkan rakyatnya, atau yang lebih parah nyalahin orang lain padahal ikut nyoblos waktu pemilu. Kita juga memang aneh....

Sebagai seorang abdi negara, sudah sepatutnya memberikan penghargaan dan kejujuran terhadap negara, dengan memberikan informasi dan data yang benar, tidak berbelit-belit, memutar balikkan fakta dan BERBOHONG. Rokhmin sudah menunjukkan penghargaan dan kejujuran yang sejati, lalu mana letak mata hati hakim pengadilan tipikor, dan mana orang-orang yang nasibnya beruntung bahkan jauh lebih beruntung karena melakukan manipulasi duit rakyat yang sebenar-benarnya tapi tidak berujung ditanduk KPK atau pengadilan??...

Jangan pernah lari dari kenyataan.. jangan melakukan kebiadaban yang nista dengan melakukan kebohongan pada diri sendiri dan orang lain, karena masih lebih baik bohong terhadap diri sendiri tapi jujur terhadap orang lain. Akuilah sesujurnya bahwa Anda tahu sehingga darah kebencian akan membeku sampai di sini saja... Kami

Thursday, July 12, 2007

Antara yang Paling Dekat dengan yang Paling Jauh


Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, sempet nonton infotainment + Copa America (Argentina vs Mexico). Betapa kagetnya mendengar informasi bahwa Taufik Savalas, salah seorang selebriti kocak Indonesia meninggal, juga beberapa hari sebelumnya mertua tetangga dekat saya juga meninggal... Innalillahi wa innailaihi rojiuun...

Tahukah teman....... bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak dapat disangkal dan tidak dapat ditolak. Sebagai suatu takdir, kematian dapat menjumpai siapa saja dan kapan saja. Hanya Tuhan yang tahu. Karena, kematian adalah sebagian dari perjalanan hidup yang panjang yang sesungguhnya. Karena, kematian hanya merupakan lepasnya ruh dari jasad sebagai langkah menuju alam yang sesungguhnya.

Menjadi kekuaasaan-Nya lah kematian datang bagi segala sesuatu yang hidup, sebagaimana kita ditiupkan ruhnya dan dihidupkan pada saat berumur empat puluh hari di dalam kandungan.

Sehingga, kematian yang dapat datang kapan pun dan dimana pun menjadi sesuatu yang paling dekat bagi manusia.... begitu dekatnya.... sehingga kita tidak pernah tahu kapan datangnya dan dimana dijemputnya....

Sebagai manusia, kita hanya mampu berusaha karena yang menentukan adalah Allah SWT semata. Perbaikan diri untuk menyongsong masa depan yang jauh lebih panjang di alam kubur dan alam barzah. Perbaikan diri dilakukan dari sekarang, karena waktu terus berlalu..... mengalir dan berputar begitu cepatnya... sehingga kita tidak pernah bisa memutar waktu yang telah berlalu....

Waktu, sebagaimana diibaratkan sebagai pedang, yang merupakan sesuatu yang paling jauh. Begitu jauhnya sehingga kita tidak dapat mencapainya kembali waktu yang terlewati......

Merokok...


Dengan merokok, fikiran menjadi lebih tenang, fokus dan terarah... Tentunya itu bagi saya semenjak beberapa tahun lalu. Kebiasaan ini terus berlangsung sehingga menjadi sulit untuk dihilangkan. Pada saat memikirkan banyak masalah, berkumpul bersama teman, main game komputer, dan yang jarang lupa sehabis makan.

Kebiasaan ini berawal dari pergaulan di kost-an waktu kuliah dulu di pinggiran kota Bogor, tepatnya di Darmaga, mulai dari Badoneng (Babakan Doneng), Bara (Babakan Raya), trus pindah ke Balio (Babakan Lio). Kebiasaan bertambah meningkat pada saat sudah lulus kuliah dan bekerja di kawasan Gatot Subroto. Karena uang bukan suatu masalah sekalipun mbayarin temen2.

Rokok yang pertama dihisap adalah GGF , kemudian waktu bokek DjTjK, waktu banyak duit DjS, dan sekarang semenjak 6 tahun adalah StM tapi kadang-kadang kalau ga ada SpMl. Saking kebiasaannya pakai StM, membuat susah pake yang lain karena rasanya sangat lain dan menjadi pusing dengan baunya...

Kebiasaan merokok, sebagaimana iklan-iklan memang sangat merugikan kesehatan. Bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang lain sebagai perokok pasif. Disadari atau tidak, seorang perokok adalah orang yang egois, karena tidak memperdulikan orang lain! Tapi siapa yang peduli? Aturan Perda mengenai Pencemaran Udara yang diberlakukan di DKI Djakarta saja hanya sekedar angin lalu...... kenapa??

Mungkin kita perlu berfikir bahwa untuk membunuh pohon bukan meranggas daunnya, tapi gali dan hancurkan akarnya?? Tapi siapa berani, akarnya kan... penghasil devisa yang sangat besar bagi negara... entah benar atau hanya sekadar pembenaran... yang jelas kita memang masih seorang manusia yang 'egois'....

Peduli atau pun tidak dengan aturan, yang jelas sudah beberapa kali saya mencoba untuk berhenti merokok. Mulai dari sering menghisap permen, banyak olah raga, banyak makan, dan merubah pola hidup. Tapi tetep aja berkali-kali juga 'syaithoon' berkata "ngapain kamu berhenti merokok yang menghidupi jutaan orang yang bekerja di pabrik rokok". Asseeemmmm... Emang kayaknya... gw bukan ihkwanulmuslimiin tapi ikhwanusysyaithoon....

Parah nya... sekarang mencoba mengurangi (bukan ngurangin rokok sebatang demi sebatang yang artinya sama dengan ngabisin) merokok... eeee.... badan meningkat belasan kilo dari 60-an jadi 70-an.... waduhhh....

Thursday, June 21, 2007

Apakah Kita Baru Masih Membanggakan Slogan dan Atribut Semata?

Pertanyaan yang sederhana yang sedari dulu sampai saat ini masih teringat dalam memori di kepala, masihkah kita baru bangga dengan slogan dan atribut? Slogan atau atribut semacam apa yang dimaksud, yaitu mungkin 'kita harus menjadi negara yang demokratis!', atau 'mari kita galakan swasembada pangan', atau 'tegakkan emansipasi wanita', atau yang lebih sederhana 'aku orang indonesia', 'kulo wong jowo' atau 'abdi urang sunda' atau lagi 'kaula gragemania', dll dll.....

Ke'bangga'an identik dengan rasa percaya diri, tapi pada saat berlebihan dan tidak berdasar lagi merupakan suatu penunjukkan diri yang nilainya 10 dari skala 100. Lantas yang kurang apa ya? masih ada nilai 80 lagi tuh?

Itu yang terkadang kita lupakan, mungkin. Dasar penunjukkan itulah penyebabnya, seperti dalam teori yang perlu dilakukan adalah dengan kata tanya apa, kenapa, bagaimana, untuk apa. Apa dasarnya slogan? Kenapa perlu dilakukan? Bagaimana caranya? Dan untuk apa tujuannya?

Yang pasti, perlu disadari bahwa kita masih baru menunjukkan posisi kita yang diharapkan, seperti KPK yang memposisikan penegakkan korupsi tapi belum mengarah pada mewujudkan eksistensinya sebagai lembaga yang berperan penuh terhadap tujuan perwujudan penegakkan korupsi tersebut secara utuh.... contohnya kenapa 'ga nyampe-nyampe membereskan korupsi kelas kakap sampai mau diganti lagi pimpinannya...
Seperti kita yang masih sempet-sempetnya membuka internet dan mengetik hal-hal seperti ini, padahal kita bangga bekerja di tempat yang diinginkan dan bangga menunjukkannya pada orang lain......

Tentu saja, kalau mau berfikir dan berbuat yang besar lebih baik dimulai dari yang kecil dulu..... tapi tidak untuk KPK.....

Friday, May 25, 2007

Hari Itu Sabtu, Kata Amihku…

Aku terlihat lucu, berwajah lebar, putih, tampak rata. Seperti ooh cina tua katanya. Setelah dihangatkan sebentar, aku langsung diazdanin apihku. Allahu Akbar Allahu Akbar…. Sunggung indah bagi amih dan apihku kata ayah yang juga ikut disana bersama ibu.
RS itu RS Bersalin Putera Bahagia. bulan lalu apih dan amih melewati rumah sakit itu waktu mampir ke rumah amih di pinggiran kota. Wah sudah berubah katanya. Waktu itu, rumah sakitnya masih dalam perbaikan. Sekarang sudah rapi, bagus dan menarik. Katanya kalo adeku nanti lahir mau disana lagi. Tapi amih bilang liat ntar aja.
Sabtu itu tepatnya 26 Pebruari 2005 aku tidak langsung pulang ke rumah ayah di kampung. tapi nginep dulu tiga hari sampai amihku kondisinya membaik, dan aku sudah diperbolehkan untuk pulang. Aku ditengokin oleh semua orang yang menjadi keluarga besarku. Ada bapak, mamah, tante lilis, tante dedeh, ema, dll dehhhhh….
Aku boleh pulang lho pada hari ketiga. Aku tersenyum kata apih. Aku tidak manja kata amih. Aku tidak nagis loh waktu itu, emang ga bisa nangis katanya. Wah ga rame donk pih?tanyaku….